Apa Itu Sekolah Rakyat?

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan inovatif yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat di mana anak-anak belajar percaya bahwa mereka layak bermimpi."

Visi

Mencetak agen perubahan pada setiap keluarga miskin melalui pendidikan berkualitas guna memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.

Misi Sekolah Rakyat

  1. Memberikan pendidikan berkualitas — mempersiapkan peserta didik untuk menempuh pendidikan lanjutan
  2. Menanamkan pola pikir pantang menyerah — membangun jiwa yang gigih dalam meraih masa depan
  3. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan — membentuk generasi yang mencintai tanah air
  4. Menguatkan rasa percaya diri — membentuk karakter berbudi pekerti luhur
  5. Memfasilitasi kebangkitan wong cilik — memuliakan keluarga miskin Indonesia

Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur dengan ibu kota Samarinda termasuk dalam wilayah penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Program ini mencakup seluruh 10 kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, menjamin akses pendidikan bagi keluarga paling membutuhkan di setiap pelosok wilayah.

Tahapan Program

Tahap 1A dan 1B — Rintisan

Sekolah Rakyat Tahap 1A dan 1B merupakan program rintisan yang dilaksanakan di fasilitas yang telah tersedia, termasuk Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) dan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) milik Kemensos, serta fasilitas yang dipinjamkan oleh BUMN dan lembaga lainnya.

Tahap 1C — Ekspansi

Pada Tahap 1C, Sekolah Rakyat mulai dikembangkan ke lebih banyak lokasi di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Timur, dengan target mencapai 200 sekolah aktif secara nasional.

Keistimewaan Program

  • 100% Gratis — biaya pendidikan, asrama, makan, seragam, buku, dan perlengkapan ditanggung negara
  • Boarding School — sistem asrama penuh untuk pendidikan dan pengasuhan optimal
  • Kurikulum Terpadu — menggabungkan kurikulum nasional, boarding, dan karakter
  • Guru Profesional — tenaga pendidik ASN, P3K, dan PPG pilihan
  • Berbasis Data — seleksi transparan berdasarkan DTSEN Kemensos